Tampilkan postingan dengan label marketing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label marketing. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 April 2018

Konsep Inti dari Pemasaran

PEMASARAN
Pengertian Pemasaran
Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.

KONSEP INTI PEMASARAN
Kebutuhan, Keinginan dan Permintaan
Kebutuhan manusia (human needs) adalah makanan, pakaian, tempat berlindung, keamanan, hak milik, dan harga diri. Kebutuhan ini tidak diciptakan oleh masyarakat atau pemasar. Mereka merupakan hakikat biologis dan kondisi manusia. Keinginan (wants) adalah hasrat akan pemuas kebutuhan yang spesifik. Sedangkan permintaan (demands) adalah keinginan akan produk yang spesifik yang didukung kemauan dan kesediaan untuk membelinya. Keinginan akan menjadi permintaan jika didukung oleh daya beli.
Produk (Barang, Jasa dan Gagasan) 
Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan untuk memuaskan suatu kebutuhan dan keinginan. Produk atau penawaran dapat dibedakan menjadi tiga jenis: barang fisik, jasa, dan gagasan.
Nilai, Biaya dan Kepuasan
Nilai (value) adalah perkiraan konsumen atas seluruh kemampuan produk untuk memuaskan kebutuhannya. Seseorang akan mempertimbangkan nilai dan biaya sebelum menetapkan pilihan. Seseorang akan memilih produk yang menghasilkan kepuasan terhadap dirinya yang menghasilkan nilai lebih.
Pertukaran dan Transaksi
Pertukaran adalah tindakan memperoleh barang yang dikehendaki dari seseorang dengan menawarakan sesuatu sebagai imbalan. Terdapat lima kondisi yang harus terpenuhi agar pertukaran dapat terjadi:
1. Terdapat sedikitnya dua pihak.
2. Masing-masing pihak memiliki sesuatu yang mungkin berharga bagi pihak lain.
3. Masing-masing pihak mampu berkomunikasi dan melakukan penyerahan.
4. Masing-masing pihak bebas menerima atau menolak tawaran pertukaran.
5. Masing-masing pihak yakin bahwa berunding dengan pihak lain adalah layak dan bermanfaat.
Hubungan dan Jaringan
Pemasaran hubungan (relationship marketing) adalah praktek membangun jangka panjang yang memuaskan dengan pihak-pihak kunci pelanggan, pemasok, dan penyalur guna mempertahankan preferansi dan bisnis jangka panjang yang dijalani. Hasil pemasaran hubungan yang utama adalah pengembangan asset perusahaan yang disebut dengan jaringan pemasaran.
Pasar
Pasar terdiri dari semua pelanggan yang memiliki kebutuhan atau keinginan tertentu yang sama, yang mungkin bersedia dan mampu melaksankan pertukaran untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan itu.
Pemasar dan Calon Pembeli
Pemasar adalah seorang yang mencari satu atau lebih calon pembeli yang akan terlibat dalam pertukaran nilai. Sedangkan calon pembeli adalah seseorang yang diidentifikasi oleh pemasar sebagai orang yang mungkin bersedia dan mampu terlibat dalam pertukaran.

Sumber:
Buku Aplikasi Pemasaran dan Salesmanship
Drs. Jaenudin Akhmad, SE. MM.
Lentera Ilmu Cendekia
ISBN 978-602-8969-68-0

Rabu, 21 Maret 2018

Contoh Laporan Hasil Wawancara

LAPORAN HASIL WAWANCARA

Dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Marketing Principles



Kata Pengantar 

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kami panjatkan puji dan syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Hasil Wawancara.
Laporan ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari  berbagai pihak sehingga memperlancar pembuatan laporan ini. Untuk itu kami menyampaikan bayak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan laporan ini.
Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki laporan ini.
Akhir kata kami berharap semoga Laporan Hasil Wawancara ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.


Cileungsi, 3 Desember 2017


Penyusun



Daftar Isi


Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB 1 PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
2. MAKSUD DAN TUJUAN
3. WAKTU DAN TEMPAT WAWANCARA
BAB 2
TRANSKIP HASIL WAWANCARA
BAB 3 PENUTUP
KESIMPULAN
SARAN
LAMPIRAN DOKUMENTASI


BAB 1 
PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG

Seiring dengan banyaknya kebutuhan ekonomi, jumlah konsumen akan semakin meningkat. Dengan adanya minimarket dalam kehidupan masyarakat, memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. 

Namun seiring berkembangnya minimarket di lingkungan sekitar, membuat  keberadaan warung eceran semakin tersingkirkan dikarenakan minat masyarakat Indonesia yang konsumtif ini mengakibatkan mereka beralih untuk membeli di minimarket.


2. MAKSUD DAN TUJUAN

1. Memenuhi tugas Marketing Principles di semester tiga
2. Meningkatkan solidaritas antara anggota kelompok
3. Belajar untuk bekerja sama dan mengesampingkan ego pribadi
4. Melatih mental dalam berbicara dengan orang lain
5. Memperoleh informasi dari narasumber langsung
6. Mengetahui perbedaan antara minimarket dan warung tradisional
7. Mengetahui peluang usaha yang ada di lingkungan sekitar


Perbandingan produk yang terjual di minimarket dan warung dalam sebulan




3. WAKTU DAN TEMPAT WAWANCARA

Kegiatan wawancara ini dilaksanakan pada:

Hari : Sabtu
Tanggal : 2 Desember 2017
Pukul : 10:00 WIB – 11:00 WIB
Tempat : ALFAMART, Orchid Niaga OE III, Perumahan Harvest City
  
                             
BAB 2
TRANSKIP HASIL WAWANCARA

1. Apakah outlet tersebut menjual kemasan-kemasan berikut:
- Plastik 2 kg
- Plastik 1 kg
- Sachet
2. Kira-kira berapa banyak yang terjual dalam satu bulan?
3. Bandingkan antara minimarket dengan warung? Jelaskan perbedaannya?

PERBEDAAN ANTARA WARUNG DENGAN MINIMARKET

§  SUASANA BELANJA

Minimarket
Minimarket menawarkan suasana belanja yang nyaman, rata-rata memiliki pendingin ruangan, barang disusun rapi sesuai jenis produk, ruangan yang terang dan bersih. Kita bisa bebas memilih barang, melihat, dan mengambilnya sendiri.

Warung
Di warung tradisional, jangan harap bisa masuk sembarangan, memilih dan mengambil barang. Karena penjual yang akan melayani pembeli dengan mengambilkan barang yang ingin dibeli. Belum lagi kondisi warung yang berantakan dan tidak bersih membuat tidak enak dipandang.


§  PELAYANAN

Minimarket
Pelayanan di minimarket dikemas melalui manajemen bisnis waralaba yang profesional. Masuk belanja disambut senyum dengan ucapan “Selamat pagi.. selamat datang di Alfamart, silahkan belanja”. Terdapat petugas dengan seragam rapi siap melayani dan bersedia membantu mengangkat barang-barang belanjaan.


Warung
Sebaliknya di warung tradisional terkadang kita menemukan warung kosong tidak ditunggui oleh pemiliknya. Harus dipanggil terlebih dahulu. Bisa jadi niat membeli malah mengganggu waktu sang pemilik dan dilayani dengan memakai pakaian seadanya dan terkadang juga dilayani dengan judes dan cuek.


§  JENIS BARANG

Minimarket
Segala jenis barang kebutuhan sehari-hari lengkap tersedia di minimarket dengan stok yang cukup banyak. Lebih banyak variasi sehingga bisa memilih sendiri dan membandingkan barang yang satu dengan yang lainnya.

Warung
Sedangkan di warung tradisional belum menjamin semua jenis barang tersedia. Ada barang tetapi umumnya stok terbatas. Pembeli juga sulit untuk memilih varian lain.

§  HARGA

Minimarket
Ternyata barang di minimarket dengan di warung tradisional tidak terlalu beda jauh. Bahkan bisa jadi harga barang di minimarket lebih murah dibandingkan di warung tradisional.  Karena banyak strategi pemasaran yang digunakan untuk menarik pembeli, maka dengan memberikan potongan harga, buy one get one, katalog, iklan, bonus, dan lain-lain membuat pembeli lebih tertarik untuk belanja di minimarket.

Warung
Memang ada beberapa barang yang dijual di warung tradisional lebih murah dibandingkan di minimarket, karena tidak ditambah dengan biaya PPN. Dan belanja di warung tradisional juga ikut mensejahterakan usaha kecil menengah yang sudah jarang dilirik orang lagi.


PENDAPATAN ANTARA MINIMARKET DENGAN WARUNG

Minimarket : -+ Rp12.000.000/hari
Warung : -+ Rp 1.000.000/hari


BAB 3
PENUTUP

KESIMPULAN

Dengan mengetahui perbandingan tersebut. Jika ditanya lebih senang belanja dimana? Di minimarket atau di warung tradisional? Sudah bisa ditebak jawabannya. Selanjutnya sudah bisa diprediksikan, warung-warung tradisional yang rata-rata dimiliki oleh rakyat pemodal kecil akan semakin sulit berkembang. Bahkan ada pendapat “Minimarket adalah bahaya laten yang akan membunuh perekonomian rakyat sedikit demi sedikit”.
Karena dengan maraknya keberadaan minimarket disetiap daerah bisa kita lihat sendiri bagaimana timbal balik untuk warung tradisional yang juga berada disekitarnya. Tetapi disamping itu, dengan dibuatnya minimarket dapat menambah lowongan pekerjaan untuk mengurangi jumlah pengangguran.


SARAN

Oleh karena itu, agar warung-warung tradisional tidak mati pelan-pelan, pilihannya adalah perlindungan bagi mereka, berupa perlindungan melaui peraturan dan perjanjian dengan pemerintah untuk mengatur keberadaan minimarket sehingga tidak terkendali merambah kemana-mana. Atau memang di tingkat lokal, perdagangan bebas juga menjadi sesuatu yang tidak bisa ditolak, seperti halnya perdagangan bebas di tingkat global? Bila demikian, tinggal tunggu waktu, matinya perekonomian rakyat.



LAMPIRAN DOKUMENTASI