Minggu, 25 Maret 2018

Review Film: The Accountant (2016)

REVIEW FILM THE ACCOUNTANT (2016)


Review:
Sejak kecil Christian Wolff memiliki penyakit autis yang menyebabkan Chirstian menjadi aneh dan tidak seperti anak lain di usianya. Tetapi sebenarnnya dia adalah anak yang cerdas. Christian adalah anak pertama yang hidup dengan ibu, ayahnya yang seorang Angkatan Darat, dan satu orang adiknya bernama Braxton serta adik perempuannya yang bernama Justine yang memiliki penyakit autis seperti Christian.
Masa kecil Christian sangat mengharukan, dimana Ibunya yang pergi meninggalkan rumah. Hingga akhirnya dia dan saudaranya harus berpindah-pindah rumah mengikuti Ayahnya. Christian juga harus belajar berdaptasi dengan lingkungan dengan berlatih bela diri. Tetapi, nasib malang menimpanya ketika Ayah Christian meninggal sebab ulahnya sendiri. Kejadian ini membuat Braxton geram dan kecewa dengan kakaknya.
Kini Christian dewasa tinggal seorang diri berpisah dengan adiknya dan bekerja sebagai karyawan biasa di kantor kecil Plainfield, Illinois, Chicago, padahal dia adalah seorang akuntan handal yang bekerja untuk memalsukan laporan keuangan perusahaan. Dalam melancarkan misinya dia dibantu oleh asisten perempuan yaitu adiknya, Justine yang setelah dewasa dia menjadi seorang yang pintar mengoperasikan komputer meskipun dia masih mengidap penyakit autis. Justine biasa dipanggil dengan nama The Voice.
Namun disaat bersamaan Tuan Direktur King dari Departemen Keuangan meminta bantuan Marybeth Ascension Medina, seorang lulusan cum laude dari Universitas Baltimore di bidang Hukum Pidana yang sekarang bekerja sebagai Analis di Departemen Keuangan. Direktur King ingin mengetahui siapa Sang Akuntan itu, bagaimana dia bisa selamat dari klien-kliennya itu? Akhirnya Medina mau mengikuti perintah Direktur King karena dia tidak mau kasusnya terungkap oleh polisi.
Suatu hari Christian direkrut oleh Lamar yaitu CEO dari perusahaan Living Robotics untuk memecahkan  masalah laporan keuangan perusahaan tersebut. Saat bersamaan dia juga berkenalan dengan rekan kerjanya yang bernama Dana Cummings.
Fakta demi fakta mulai terungkap, Christian semakin dalam mengamati dan meneliti kasus di perusahaan tersebut. Tanpa sadar kalau ternyata ada pihak yang sedang mencari tahu keberadaan dirinya. Chris juga terlibat kedalam kasus pembantaian menyeramkan yang mengancam dirinya.
Adegan perkelahian antara Chris dengan penjahat itu mulai terjadi, dan disisi lain Medina pun sangat berusaha keras untuk mencari tahu sosok Sang Akuntan itu.
Saat nyawa Dana Cummings sedang terancam, Christian terilbat perkelahian dengan para penjahat. Christian yang sejak kecil sudah dipaksa oleh ayahnya untuk bisa bela diri yaitu pencak silat dan menembak tidak merasa kesulitan ketika harus melawan penjahat-penjahat itu.
Hal yang sangat mengagetkan yaitu, ketika diakhir cerita ketika Christian bertemu dengan adiknya, Braxtron. Disaat inilah Braxton bertengkar dengan Christian dan ingin sekali membunuh kakaknya. Namun dia mengurungkan niatnya karena dia sadar bahwa Braxton adalah adik kandungnya.
Medina pun akhirnya berhasil menemukan identitas dari Sang Akuntan itu adalah Christian Wolff yang banyak sekali menyimpan rahasia untuk memalsukan identitasnya sebagai Akuntan handal. Tetapi Medina dan Direktur King tidak berhasil bertemu dengan Christian.

Pesan yang bisa diambil dari film ini:
• Seburuk apapun keluargamu mereka akan tetap menjadi keluarga.
• Bagaimana sikap orang tua yang mempunyai anak dengan penyakit autis.
• Sebagai orang tua mereka harus menerima keadaan anaknya, dan membantu mereka untuk membekali mereka dengan kemampuan untuk bertahan hidup.
• Apapun kekurangan manusia, pasti masih ada sesuatu yang bisa diunggulkan.
• Meskipun memilki kebutuhan khusus, ternyata mereka adalah seorang yang jenius bahkan lebih cerdas dari orang-orang normal lainnya.
• Jangan pernah melihat seseorang hanya dari masa lalunya yang buruk.
• Perjuangan seorang Ayah yang mendidik anaknya menjadi sosok yang tangguh.
• Sepandai apapun kita menyimpan suatu kebohongan pasti akan terungkap juga.


~~ Thank you for reading ~~

Rabu, 21 Maret 2018

Contoh Laporan Hasil Wawancara

LAPORAN HASIL WAWANCARA

Dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Marketing Principles



Kata Pengantar 

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kami panjatkan puji dan syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Hasil Wawancara.
Laporan ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari  berbagai pihak sehingga memperlancar pembuatan laporan ini. Untuk itu kami menyampaikan bayak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan laporan ini.
Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki laporan ini.
Akhir kata kami berharap semoga Laporan Hasil Wawancara ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.


Cileungsi, 3 Desember 2017


Penyusun



Daftar Isi


Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB 1 PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
2. MAKSUD DAN TUJUAN
3. WAKTU DAN TEMPAT WAWANCARA
BAB 2
TRANSKIP HASIL WAWANCARA
BAB 3 PENUTUP
KESIMPULAN
SARAN
LAMPIRAN DOKUMENTASI


BAB 1 
PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG

Seiring dengan banyaknya kebutuhan ekonomi, jumlah konsumen akan semakin meningkat. Dengan adanya minimarket dalam kehidupan masyarakat, memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. 

Namun seiring berkembangnya minimarket di lingkungan sekitar, membuat  keberadaan warung eceran semakin tersingkirkan dikarenakan minat masyarakat Indonesia yang konsumtif ini mengakibatkan mereka beralih untuk membeli di minimarket.


2. MAKSUD DAN TUJUAN

1. Memenuhi tugas Marketing Principles di semester tiga
2. Meningkatkan solidaritas antara anggota kelompok
3. Belajar untuk bekerja sama dan mengesampingkan ego pribadi
4. Melatih mental dalam berbicara dengan orang lain
5. Memperoleh informasi dari narasumber langsung
6. Mengetahui perbedaan antara minimarket dan warung tradisional
7. Mengetahui peluang usaha yang ada di lingkungan sekitar


Perbandingan produk yang terjual di minimarket dan warung dalam sebulan




3. WAKTU DAN TEMPAT WAWANCARA

Kegiatan wawancara ini dilaksanakan pada:

Hari : Sabtu
Tanggal : 2 Desember 2017
Pukul : 10:00 WIB – 11:00 WIB
Tempat : ALFAMART, Orchid Niaga OE III, Perumahan Harvest City
  
                             
BAB 2
TRANSKIP HASIL WAWANCARA

1. Apakah outlet tersebut menjual kemasan-kemasan berikut:
- Plastik 2 kg
- Plastik 1 kg
- Sachet
2. Kira-kira berapa banyak yang terjual dalam satu bulan?
3. Bandingkan antara minimarket dengan warung? Jelaskan perbedaannya?

PERBEDAAN ANTARA WARUNG DENGAN MINIMARKET

§  SUASANA BELANJA

Minimarket
Minimarket menawarkan suasana belanja yang nyaman, rata-rata memiliki pendingin ruangan, barang disusun rapi sesuai jenis produk, ruangan yang terang dan bersih. Kita bisa bebas memilih barang, melihat, dan mengambilnya sendiri.

Warung
Di warung tradisional, jangan harap bisa masuk sembarangan, memilih dan mengambil barang. Karena penjual yang akan melayani pembeli dengan mengambilkan barang yang ingin dibeli. Belum lagi kondisi warung yang berantakan dan tidak bersih membuat tidak enak dipandang.


§  PELAYANAN

Minimarket
Pelayanan di minimarket dikemas melalui manajemen bisnis waralaba yang profesional. Masuk belanja disambut senyum dengan ucapan “Selamat pagi.. selamat datang di Alfamart, silahkan belanja”. Terdapat petugas dengan seragam rapi siap melayani dan bersedia membantu mengangkat barang-barang belanjaan.


Warung
Sebaliknya di warung tradisional terkadang kita menemukan warung kosong tidak ditunggui oleh pemiliknya. Harus dipanggil terlebih dahulu. Bisa jadi niat membeli malah mengganggu waktu sang pemilik dan dilayani dengan memakai pakaian seadanya dan terkadang juga dilayani dengan judes dan cuek.


§  JENIS BARANG

Minimarket
Segala jenis barang kebutuhan sehari-hari lengkap tersedia di minimarket dengan stok yang cukup banyak. Lebih banyak variasi sehingga bisa memilih sendiri dan membandingkan barang yang satu dengan yang lainnya.

Warung
Sedangkan di warung tradisional belum menjamin semua jenis barang tersedia. Ada barang tetapi umumnya stok terbatas. Pembeli juga sulit untuk memilih varian lain.

§  HARGA

Minimarket
Ternyata barang di minimarket dengan di warung tradisional tidak terlalu beda jauh. Bahkan bisa jadi harga barang di minimarket lebih murah dibandingkan di warung tradisional.  Karena banyak strategi pemasaran yang digunakan untuk menarik pembeli, maka dengan memberikan potongan harga, buy one get one, katalog, iklan, bonus, dan lain-lain membuat pembeli lebih tertarik untuk belanja di minimarket.

Warung
Memang ada beberapa barang yang dijual di warung tradisional lebih murah dibandingkan di minimarket, karena tidak ditambah dengan biaya PPN. Dan belanja di warung tradisional juga ikut mensejahterakan usaha kecil menengah yang sudah jarang dilirik orang lagi.


PENDAPATAN ANTARA MINIMARKET DENGAN WARUNG

Minimarket : -+ Rp12.000.000/hari
Warung : -+ Rp 1.000.000/hari


BAB 3
PENUTUP

KESIMPULAN

Dengan mengetahui perbandingan tersebut. Jika ditanya lebih senang belanja dimana? Di minimarket atau di warung tradisional? Sudah bisa ditebak jawabannya. Selanjutnya sudah bisa diprediksikan, warung-warung tradisional yang rata-rata dimiliki oleh rakyat pemodal kecil akan semakin sulit berkembang. Bahkan ada pendapat “Minimarket adalah bahaya laten yang akan membunuh perekonomian rakyat sedikit demi sedikit”.
Karena dengan maraknya keberadaan minimarket disetiap daerah bisa kita lihat sendiri bagaimana timbal balik untuk warung tradisional yang juga berada disekitarnya. Tetapi disamping itu, dengan dibuatnya minimarket dapat menambah lowongan pekerjaan untuk mengurangi jumlah pengangguran.


SARAN

Oleh karena itu, agar warung-warung tradisional tidak mati pelan-pelan, pilihannya adalah perlindungan bagi mereka, berupa perlindungan melaui peraturan dan perjanjian dengan pemerintah untuk mengatur keberadaan minimarket sehingga tidak terkendali merambah kemana-mana. Atau memang di tingkat lokal, perdagangan bebas juga menjadi sesuatu yang tidak bisa ditolak, seperti halnya perdagangan bebas di tingkat global? Bila demikian, tinggal tunggu waktu, matinya perekonomian rakyat.



LAMPIRAN DOKUMENTASI

Contoh Proposal Bisnis Online Shop

PROPOSAL BISNIS
“ALL SHE NEEDS”   

 


Disusun Oleh :
ENDIKA BUANA PUTRI DARSONO
160113160042


Politeknik LP3I Jakarta Kampus Cileungsi
Jl. Raya Cileungsi – Jonggol KM. 3 Bogor – 16820
Telp. (021)  824 99 707


KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur saya panjatkan kepada Allah SWT serta shalawat dan salam saya sampaikan hanya bagi tokoh dan teladan kita Nabi Muhammad SAW. Diantara sekian banyak nikmat Allah SWT yang membawa kita dari kegelapan ke dimensi terang yang memberi hikmah dan yang paling bermanfaat bagi seluruh umat manusia, sehingga oleh karenanya saya dapat menyelesaikan tugas kewirausahaan ini dengan baik dan tepat waktu.
Adapun maksud dan tujuan dari penyusunan proposal ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh dosen pada mata kuliah kewirausahaan.
Dalam proses penyusunan tugas ini saya mengalami hambatan, namun berkat dukungan materil dari berbagai pihak, akhirnya saya dapat menyelesaikan tugas ini dengan cukup baik, oleh karena itu melalui kesempatan ini saya menyampaikan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak terkait yang telah membantu terselesaikannya tugas ini.
Segala sesuatu yang salah datangnya hanya dari manusia dan seluruh hal yang benar datangnya hanya dari agama berkat adanya nikmat iman dari Allah SWT, meski begitu tentu tugas ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu segala saran dan kritik yang membangun dari semua pihak sangat saya harapkan demi perbaikan pada tugas selanjutnya. Harapan saya semoga tugas ini bermanfaat khususnya bagi saya dan bagi pembaca lain pada umumnya.

Cikarang, 21 Februari 2017


Endika Buana Putri Darsono


DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
1.2 ALASAN PEMILIHAN USAHA
1.3 NAMA KEGIATAN USAHA
1.5 MANFAAT DAN TUJUAN PROPOSAL
BAB 2 KEGIATAN USAHA
2.1 STRATEGI PASAR
2.2 ANALISA SWOT
2.3 STRATEGI PEMASARAN
BAB 3 RENCANA KEUANGAN
3.1 PERMODALAN
3.2 PERKIRAAN PENDAPATAN
3.3 PERKIRAAN PENGELUARAN
3.4 PERKIRAAN KEUNTUNGAN
3.5 PERKIRAAN PENGEMBALIAN MODAL
BAB 4 PENUTUP
4.1 RESIKO
4.2 CARA MENAGGULANGI RESIKO
4.3 RENCANA PENGEMBANGAN USAHA
4.4 KESIMPULAN


BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Zaman globalisasi dewasa ini menjadi semakin maju tetapi sayangnya tidak diikuti oleh perekonomian negara kita yang masih jauh tertinggal. Sudah banyak perkembangan zaman yang bisa kita lihat disekitar kita saat ini. Salah satunya ialah penggunaan smartphone yang makin diminati dan semakin meningkat setiap tahunya. Mulai dari berbagai macam merk, jenis, dan harga yang berbeda pun telah siap dipasarkan dan ditawarkan oleh produsen kepada konsumen pencinta alat komunikasi yang satu ini. Adanya fitur - fitur social media yang mudah diakses dan ditawarkan dalam sistem komunikasi smartphone ini tentunya semakin mempermudah kita dalam berkomunikasi dan tetap terhubung dengan teman, sahabat, bahkan kerabat yang jarang kita jumpai dalam keseharian karena padatnya rutinitas yang kita jalani sehari - hari. Dengan tersedianya fasilitas - fasilitas social media yang semakin memudahkan kita tidak hanya dalam berkomunikasi tetapi juga dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari - hari.  Hal ini jelas menarik keinginan para produsen atau afiliate (perorangan yang menjualkan produk orang lain) untuk mencari celah atau peluang usaha dengan mengambil keuntungan yang didapat dari banyak pengguna smartphone saat ini.  Dengan hanya bermodalkan smartphone yang kita gunakan dalam keseharian ditunjang pula dengan fasilitas internet yang semakin luas, kita dapat mencoba suatu bentuk usaha yang dapat ditawarkan kepada konsumen. Tujuan dari pembuatan usaha online shop ini ialah lebih kepada meningkatkan kesejahteran atau perekonomian perorangan yang bersifat pribadi. Saya dari jurusan Administrasi Perkantoran ingin mencoba mengaplikasikan apa yang telah saya pelajari selama ini dengan menggabungkan kemampuan saya dan melihat peluang yang ada untuk membuka usaha yang dapat membantu dan meningkatkan perekonomian atau kesejahteran pribadi kami masing - masing terlebih dahulu.
a. Visi
• Menjadi online shop masa kini yang mengutamakan kepuasan pelanggan

b. Misi
• Berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pasar
• Menyediakan barang yang modern dan berkualitas tinggi
• Menjual barang dengan harga ekonomis
• Menjamin barang sampai kepada pembeli
• Menjalin kerja sama dengan berbagai supplier barang
• Memasarkan barang dengan menarik agar meningkatkan minat pembeli
• Bersaing secara sehat dengan para pedagang sejenis

1.2 ALASAN PEMILIHAN USAHA
Pada saat ini banyak orang yang ingin mendapatkan barang yang mereka butuhkan dengan mudah dan cepat. Seiring berkembangnya teknologi saat ini kita dimudahkan dengan cara berbelanja online lewat smartphone yang kita miliki dan jaringan internet kita dapat membeli barang kebutuhan tersebut dengan memesan barang, kemudian membayar lewat transfer rekening antar bank kemudian selang beberapa hari barang tersebut akan sampai di rumah kita. Kemudahan dan kenyamanan berbelanja online itulah yang membuat saya melihat peluang usaha di masyarakat khususnya di kalangan para remaja dewasa yang gemar berbelanja online karena kesibukan yang mereka jalani sehingga tidak sempat untuk berbelanja langsung ke pasar atau pusat perbelanjaan. Hal ini membuat saya tertarik untuk berwirausaha dengan menjual berbagai macam produk kebutuhan wanita remaja hingga dewasa.

1.3 NAMA KEGIATAN USAHA
Usaha yang dikembangkan diberi nama “All She Needs”

1.5 MANFAAT DAN TUJUAN PROPOSAL
a. Manfaat Proposal
• Proposal ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah kewirausahaan
• Sebagai penilaian atas pemahaman dan praktiknya dari tugas mata kuliah kewirausahaan
• Menjadikan mahasiswa lebih kreatif dan inovatif dalam berwirausaha
• Melatih mahasiswa agar dapat berwirausaha dengan baik
• Menambah pengalamandan pengetahuan tentang berwirausaha
• Berguna untuk melakukan kerjasama dengan pendiri usaha lain
• Dapat membuka lapangan kerja baru

b. Tujuan Proposal
Proposal ini saya buat agar dapat bermanfaat untuk belajar mandiri sebagai bentuk mengisi waktu luang saat kuliah, serta dapat juga bermanfaat untuk :
• Membantu wirausaha untuk berpikir kritis dan objektif atas usaha yang akan dijalankan
• Sebagai alat komunikasi dalam menjelaskan dan meyakinkan gagasan kepada pihak lain

BAB 2 KEGIATAN USAHA

2.1 STRATEGI PASAR

A. SEGMENTING
- Segmentasi Pasar Berdasarkan Geografi
Pada segmentasi ini, pasar dibagi ke dalam beberapa bagian geografi seperti negara, wilayah, kota, dan desa. Daerah geografi yang dipandang potensial dan menguntungkan akan menjadi target operasi perusahaan. Daerah yang saya pilih untuk pemasaran produk saya adalah sekitar tempat tinggal rumah saya di Cikarang dan sekitar lingkungan kampus saya di Cileungsi.
- Segmentasi Pasar Berdasarkan Demografi
Pada segmentasi ini pasar dibagi menjadi kelompok-kelompok dengan dasar pembagian usia, jenis kelamin, tingkat ekonomi, dan tingkat pendidikan. Sasaran utama saya adalah perempuan remaja hingga dewasa.
- Segmentasi Pasar Berdasarkan Psikografi
Segmentasi psikografi menelaah bagaimana konsumen dengan segmen demografi tertentu merespon suatu stimuli pemasaran. Saya menargetkan penjualan produk untuk kalangan menengah kebawah karena kalangan ini lebih mudah dijangkau mengingat usaha yang saya jalani masih dengan sistem reseller yang bisa menyesuaikan dengan minat pembeli.

B. TARGETING
Targeting adalah proses mengevaluasi setiap daya tarik segmen kemudian memilih satu atau lebih karakteristik untuk dilayani.Targeting adalah persoalan bagaimana memilih, menyeleksi, dan menjangkau pasar. Dalam masalah ini awalnya saya akan memasarkan produk kepada orang terdekat saya seperti teman, keluarga, dan rekan saya sehingga produk yang saya jual akan merambah ke wilayah yang lebih luas lagi dan bisa mengembangkan produk yang dijual mengikuti kebutuhan permintaan pembeli. Setelah menarik minat pembeli maka toko online shop saya akan menjadi tempat belanja rutin mereka karena sudah dipercaya kualitas dan harganya yang terjangkau.

C. POSITIONING
Apabila target pasar sudah jelas, positioning adalah bagaimana kita menjelaskan posisi produk kepada konsumen. Apa beda produk kita dibandingkan kompetitor dan apa saja keunggulannya. Dari produk yang tersedia di toko online saya lebih mengutamakan kepuasan pelanggan dengan menjual produk berkualitas tinggi dan dapat dipercaya keorisinilannya sehingga pada akhirnya konsumen akan beralih membeli dari toko saya.


2.2 ANALISA SWOT
Adapun analisis SWOT dalam bisnis ini adalah sebagai berikut :

• Faktor Internal
a. Strengths (Kekuatan)
- Harga terjangkau untuk kalangan menengah ke bawah khususnya untuk remaja hingga dewasa
- Memiliki kualitas barang yang unggul
- Menyediakan berbagai barang unik dan masa kini
- Modal yang dibutuhkan tidak terlalu banyak
- Tidak membutuhkan waktu khusus dalam mengerjakannya
- Mengutamakan kejujuran meskipun persaingan sangat sengit


b.    Weakness (Kelemahan)
- Hanya menjual barang kebutuhan wanita
- Pembeli lebih memilih membeli barang secara langsung
- Belum banyak banyak supplier yang memasok kebutuhan permintaan
- Tidak memiliki toko untuk berjualan

• Faktor Eksternal
a. Opportunities (Peluang)
- Memudahkan pembeli yang sedang mencari barang kebutuhannya
- Melihat daya beli masyarakat Indonesia yang konsumtif tetapi tetap cermat dalam membeli
- Dapat memanfaatkan teknologi dari smartphone dan memasarkan produk lewat media sosial

b. Threats (Ancaman)
- Pelayanan yang kurang cepat karena bentrok dengan waktu kuliah
- Pembeli belum terbiasa berbelanja online sehingga tidak percaya dengan kualitas barang yang dijual
- Banyak pembeli lebih memilih toko lain karena harga barang yang dijual lebih murah
- Pesaing banyak menggunakan strategi pemasaran yang lebih menarik minat pembeli
- Apabila cuaca sedang tidak mendukung sehingga terjadi keterlambatan pengiriman barang sampai ke pembeli.
- Terjadi kekosongan barang yang diminta dari supplier sehingga pembeli beralih ke toko lain
- Terjadi kesalahan alamat penerima barang dari pihak pengiriman paket

2.3 STRATEGI PEMASARAN
A. Product
Produk yang disediakan antara lain sebagai berikut :
1. Penjualan Baju
2. Penjualan Celana
3. Penjualan Tas
4. Penjualan Softlens
5. Penjualan Jam Tangan
6. Penjualan Kacamata
7. Penjualan Aksesoris
8. Penjualan Kerudung
9. Dan lain sebagainya, sesuai dengan kebutuhan pasar dan kegiatan konsumen.

B. Price
Strategi penetapan harga yang digunakan dengan berbagai faktor penentu, seperti nilai tambah, positioning, kompetitor, daya beli, dll. dengan mempertimbangkan beberapa faktor, terutama kenaikan bbm, dan harga jual dari supplier. Harga yang ditetapkan diusahakan berada jauh di bawah harga pasar atau kompetitif sehingga dapat menarik minat pembeli. Harga yang kami tawarkan berkisar antara:
• Baju               : Rp 40.000,00 – Rp 90.000,00
• Celana            : Rp 50.000,00 – Rp 120.000,00
• Tas                 : Rp 30.000,00 – Rp 200.000,00
• Softlens          : Rp 35.000,00 – Rp 65.000,00
• Jam Tangan    : Rp 38.000,00 – Rp 50.000,00
• Kacamata       : Rp 35.000,00 –  Rp 75.000,00
• Aksesoris       : Rp 8.000,00 – Rp 50.000,00
• Kerudung       : Rp 30.000,00 – Rp 60.000,00

C. Promotion
Karena bisnis ini dijalankan oleh saya yang masih berstatus mahasiswa, maka cara mempromosikannya adalah dengan teman disekitar saya contohnya teman kampus, teman sekolah dulu dan orang sekitar lingkungan saya.  Lalu saya juga mempromosikan melalui media elektronik berupa BBM (Blackberry Messenger), facebook, instagram dan social media lainnya. Dan dengan mengadakan event – event menarik pada waktu tertentu seperti bila konsumen membeli barang dalam jumlah banyak saya akan memberikan diskon 10% atau saya akan memberikan free ongkir untuk wilayah Jabodetabek.

D.    Place
Lokasi atau tempat yang kita masuki juga menentukan keberhasilan menggarap target pasar. Namun karena usaha yang saja jalankan ini merupakan online shop jadi saya tidak memerlukan tempat berjualan tetap seperti toko, ruko atau outlet yang menjadi tempat berjualan. Karena usaha ini fleksibel dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.


BAB 3 RENCANA KEUANGAN

3.1 PERMODALAN
Untuk modal awal saya mengambil dari uang tabungan saya sebesar Rp 200.000,00

3. 2 PERKIRAAN PENDAPATAN
No    Perkiraan              Harian           Bulan                    Tahun
1    Pendapatan I      Rp 200.000     Rp 800.000       Rp 38.400.000
2    Pendapatan II     Rp 400.000    Rp 1.600.000    Rp 76.800.000
3    Pendapatan III    Rp 600.000    Rp 2.400.000    Rp 115.200.000

3.3 PERKIRAAN PENGELUARAN
No    Perkiraan            Harian               Bulan               Tahun
1    Pengeluaran I       Rp 50.000     Rp 200.000    Rp 9.600.000
2    Pengeluaran II     Rp 100.000    Rp 400.000    Rp 19.200.000
3    Pengeluaran III    Rp 150.000    Rp 600.000    Rp 28.800.000

3. 4 PERKIRAAN KEUNTUNGAN
No    Perkiraan              Harian           Bulan                 Tahun
1    Keuntungan I       Rp 50.000     Rp 400.000      Rp 9.600.000
2    Keuntungan II     Rp 100.000    Rp 400.000     Rp 19.200.000
3    Keuntungan III    Rp 150.000    Rp 600.000    Rp 28.800.000


3. 5 PERKIRAAN PENGEMBALIAN MODAL
Keuntungan
30% ditabung untuk cadangan dana
40% untuk operasional
30% pengembalian modal

Pengembalian Modal
= Modal = …………… bulan
   30% x keuntungan per bulan

b. Keuntungan 1 :
- Cadangan Modal : 30% x 400.000 = 120.000
- Operasional : 40% x 400.000 = 160.000
- Pengembalian Modal : 30% x 400.000 = 120.000

c. Pengembalian Modal:
Modal : 30 % Keuntungan Perbulan
= 200.000 : 120.000
= 1,6 bulan
Jadi, modal usaha kami akan kembali setelah 1,6 bulan berjualan.


BAB 4 PENUTUP
4. 1 RESIKO
A.    Dari segi pemasaran :
- Banyak produk serupa yang dijual lebih murah sehingga mengurangi minat pembeli untuk membeli di toko saya.
- Dapat terkena penipuan dari supplier
- Pembeli kurang puas dengan pelayanan dari penjual

B.    Dari segi produk :
- Ada pembeli yang tidak melunasi barangnya setelah memesan
- Terjadi kerusakan barang setelah sampai ke penerima, sehingga harus melakukan return barang ke supplier
- Supplier tidak mengirimkan barang yang dipesan sesuai dengan pesanan dan tidak menggantikan barang tersebut


4. 2 CARA MENAGGULANGI RESIKO
a. Kita harus mempersiapkan strategi apa yang mungkin akan kita jalankan ketika kita akan atau sedang memulai membangun bisnis, agar nantinya bisnis kita bisa berjalan di jalur yang benar sehingga dapat meminimalisir kerugian yang mungkin bisa di timbulkan
b. Membangun bisnis bangunlah secara bertahap, sambil kita mempelajari tentang bisnis yang mungkin bisa menjadi masa depan untuk kita, pelajari manfaatnya, kerugian yang mungkin dapat di timbulkan bagi masyarakat sekitar dan kerugian lain yang mungkin sudah tertera pada hukum dan adat istiadat yang berlaku
c. Memanfaatkan sosial media lain untuk mengatasi masalah - masalah di dalam toko saya untuk mencegah keterpurukan reputasi toko online shop saya
d. Jika sistem jual beli di lakukan dengan ketentuan yang lebih aman, misalnya untuk penjualan dengan kredit sebaiknya di amankan dengan jaminan yang harus di berikan pelanggan
e. Menjaga selalu kualitas produk dan pelayanan prima, jangan mudah tergiur dengan sesuatu yang terkesan instan dan meragukan. Tetap loyal terhadap produk dan mutu yang saya berikan kepada pelanggan

4.3 RENCANA PENGEMBANGAN USAHA
Selain menjadi reseller, saya juga akan berusaha menjual produk yang lebih bervariasi dan tidak hanya produk kebutuhan untuk perempuan saja. Saya juga akan berusaha untuk menyempurnakan pelayanan kepada pembeli yang sudah menjadi langganan di toko online saya sehingga pembeli merasa nyaman berbelanja online dan tidak beralih ke kompetitor.
Setelah keuntungan yang dirasa cukup untuk menyewa toko, maka saya akan menjual produk di toko tersebut agar pembeli yang ingin membeli langsung dapat datang dan langsung memilih barang yang diinginkan tanpa menunggu barang tersebut dikirim ke rumah.
Upaya pengembangan usaha harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat yang diperlukan. Semakin banyaknya penciptaan lahan usaha maka akan mengurangi pengangguran di dalam negeri.


4. 4 KESIMPULAN
Belanja online (online shop) merupakan proses pembelian barang/jasa oleh konsumen ke penjual realtime, tanpa pelayan, dan melalui internet.
Tak perlu harus bertemu penjual/pembeli secara langsung, tak perlu menemukan wujud ‘pasar’ secara fisik, namun hanya dengan menghadap layar monitor laptop atau smartphone, dengan koneksi internet tersambung, kita dapat melakukan transaksi jual/beli secara cepat dan nyaman.
Tetapi, barang yang hanya di lihat secara gambar masih tidak cukup sebelum dilihatnya, serta diraba nya secara langsung. Sebagian lagi beranggapan, jika hanya melihat gambar, dan mengira-ira wujudnya saja, bisa jadi barang yang di beli tidak sesuai dengan ekspektasi atau bayangan kita. Atau lebih gamblangnya, mereka takut merasa kecewa atau di kecewakan dengan barang yang di dapatkannya setelah melakukan transfer sejumlah uang tertentu. Karena transaksi sebagian besar online shop, dilakukan dengan cara mengirimkan sejumlah uang tertentu terlebih dulu kepada toko online, baru barang di kirim.